Kebijakan Plagiarisme
KEBIJAKAN PLAGIARISME DAN PEMERIKSAAN KESAMAAN
Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) berkomitmen untuk menjaga orisinalitas, integritas, dan standar etika seluruh karya yang diterbitkan. Jurnal menerapkan kebijakan yang tegas terhadap plagiarisme, plagiarisme diri (self-plagiarism), publikasi duplikat, publikasi redundan, serta bentuk penggunaan kembali materi yang telah diterbitkan sebelumnya secara tidak tepat.
Orisinalitas dan Plagiarisme
Penulis bertanggung jawab sepenuhnya untuk memastikan bahwa naskah yang diserahkan merupakan karya ilmiah yang orisinal.
Penulis wajib memberikan pengakuan dan sitasi yang tepat terhadap seluruh ide, data, temuan, pernyataan, gambar, tabel, ilustrasi, maupun materi lain yang berasal dari sumber lain.
Plagiarisme mencakup, tetapi tidak terbatas pada, penyajian ide, kata-kata, data, atau karya orang lain sebagai karya sendiri; penyalinan teks tanpa kutipan dan sitasi yang sesuai; parafrase yang tidak tepat sehingga tidak memberikan pengakuan yang memadai terhadap sumber asli; penyajian hasil penelitian atau data milik pihak lain tanpa atribusi yang tepat; penggunaan kembali secara substansial materi dari karya penulis sendiri yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa pengungkapan dan sitasi yang sesuai (self-plagiarism); publikasi duplikat atau redundan yang memuat substansi yang secara signifikan serupa; serta pengajuan atau penerbitan naskah yang memiliki tumpang tindih substansial di beberapa jurnal tanpa pengungkapan yang semestinya.
Penulis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh sumber telah disitasi secara tepat dan bahwa izin telah diperoleh apabila diperlukan untuk menggunakan materi yang dilindungi hak cipta.
Pemeriksaan Kesamaan
Seluruh naskah yang diserahkan dapat menjalani pemeriksaan kesamaan menggunakan perangkat lunak pendeteksi kesamaan yang sesuai, seperti Turnitin atau perangkat sejenis, sebagai bagian dari proses penyaringan editorial jurnal.
Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) menerapkan batas maksimum indeks kesamaan sebesar 10% sebagai ambang penyaringan editorial.
Batas 10% tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa suatu naskah bebas dari plagiarisme. Tim editorial akan memeriksa laporan kesamaan dengan mempertimbangkan sumber, lokasi, bentuk, sifat, dan konteks kesamaan yang teridentifikasi.
Kesamaan yang bersifat wajar, seperti istilah teknis yang umum digunakan, ungkapan metodologis standar, definisi baku, materi yang telah dikutip dengan benar, informasi bibliografis, serta bentuk kesamaan lain yang tidak dapat dihindari, dapat diperlakukan secara berbeda dari tumpang tindih teks yang tidak semestinya.
Naskah yang melebihi batas kesamaan dapat dikembalikan kepada penulis untuk mendapatkan klarifikasi atau melakukan revisi, menjalani penilaian editorial lebih lanjut, atau ditolak, bergantung pada sifat dan tingkat kesamaan yang ditemukan.
Naskah yang menunjukkan bukti plagiarisme serius, publikasi duplikat, atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya dapat ditolak secara langsung atau ditangani sesuai dengan Kebijakan Etika Publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).
Laporan Pemeriksaan Kesamaan
Penulis wajib melakukan pemeriksaan kesamaan sebelum mengirimkan naskah dan wajib mengunggah laporan pemeriksaan kesamaan sebagai berkas tambahan (supplementary file) pada saat pengajuan naskah, sesuai dengan Submission Checklist jurnal.
Laporan pemeriksaan kesamaan harus menunjukkan secara jelas persentase kesamaan dan sumber-sumber yang teridentifikasi oleh perangkat lunak.
Penulis wajib menelaah laporan pemeriksaan kesamaan secara cermat sebelum mengirimkan naskah dan menangani kesamaan yang tidak semestinya melalui parafrase yang tepat, penggunaan kutipan, pemberian sitasi, atau penghapusan materi yang terduplikasi.
Tanggung Jawab Penulis
Penggunaan perangkat lunak pendeteksi kesamaan tidak menghilangkan tanggung jawab penulis dalam menjaga integritas penelitian dan publikasi.
Penulis tetap bertanggung jawab atas orisinalitas naskah, ketepatan dan kelengkapan sitasi sumber, penggunaan parafrase dan kutipan yang sesuai, pengungkapan materi yang telah diterbitkan sebelumnya atau memiliki tumpang tindih dengan karya lain, perolehan izin yang diperlukan untuk penggunaan materi berhak cipta, serta pemberian tanggapan yang jujur terhadap pertanyaan editorial mengenai orisinalitas dan etika publikasi.
Penggunaan perangkat lunak pengelola referensi seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau perangkat sejenis sangat dianjurkan untuk membantu penulis mengelola sitasi dan daftar pustaka secara konsisten.
Tindakan Editorial
Apabila plagiarisme atau bentuk penggunaan kembali teks yang tidak semestinya ditemukan selama proses penyaringan editorial atau penelaahan sejawat, tim editorial dapat mengambil satu atau beberapa tindakan yang sesuai, termasuk meminta penjelasan atau klarifikasi dari penulis, meminta revisi terhadap bagian naskah yang bermasalah, meminta penambahan sitasi atau pengungkapan, menolak naskah, menarik atau mencabut artikel apabila pelanggaran diketahui setelah publikasi, atau mengambil tindakan lain yang sesuai dengan Kebijakan Etika Publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) dan standar etika publikasi yang berlaku.
Tingkat tindakan editorial ditentukan berdasarkan tingkat keseriusan, sifat, unsur kesengajaan, cakupan, serta keadaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran.
Permasalahan Setelah Publikasi
Permasalahan atau dugaan terkait plagiarisme, publikasi duplikat, atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya dapat dilaporkan kepada tim editorial setelah artikel diterbitkan.
Apabila menerima laporan atau dugaan yang memiliki dasar yang memadai, Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) dapat melakukan penyelidikan dan, apabila diperlukan, menghubungi penulis serta institusi atau organisasi terkait.
Apabila pelanggaran serius terbukti setelah publikasi, jurnal dapat menerbitkan koreksi, expression of concern atau pernyataan keprihatinan, pencabutan artikel (retraction), maupun pemberitahuan pascapublikasi lainnya sesuai dengan Kebijakan Etika Publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).
Pernyataan Etik
Dengan mengirimkan naskah kepada Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP), penulis menyatakan bahwa naskah tersebut merupakan karya orisinal, belum pernah diterbitkan sebelumnya dalam bentuk yang secara substansial serupa, tidak sedang dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan di jurnal lain, serta telah memberikan pengakuan dan sitasi yang sesuai terhadap karya pihak lain.
Penulis juga memahami bahwa ketidakpatuhan terhadap kebijakan orisinalitas dan plagiarisme jurnal dapat mengakibatkan penolakan naskah atau tindakan korektif setelah publikasi apabila pelanggaran diketahui kemudian.
