Pedoman untuk Penulis

PEDOMAN PENULIS

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta. Jurnal ini mempublikasikan artikel ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pariwisata, perhotelan, ekonomi kreatif, pengembangan destinasi, pemberdayaan masyarakat, pariwisata berkelanjutan, pemasaran pariwisata, inovasi pariwisata, pendidikan pariwisata, kewirausahaan, serta bidang lain yang relevan dengan pengembangan masyarakat dan pariwisata.

Pedoman Penulis ini menetapkan persyaratan penyusunan dan pengajuan naskah ke Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP). Penulis diharapkan mengikuti pedoman ini untuk menjamin kualitas, konsistensi, transparansi, dan integritas proses publikasi.

Naskah yang tidak memenuhi persyaratan dasar dapat dikembalikan kepada penulis untuk dilakukan perbaikan teknis sebelum memasuki proses penyaringan editorial dan peer review.

 

Jenis Naskah

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) menerima artikel ilmiah yang mendokumentasikan dan menganalisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki tujuan, metode, hasil, dan dampak yang jelas.

Artikel pengabdian kepada masyarakat merupakan artikel ilmiah yang mendeskripsikan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, praktisi, organisasi, atau kolaborasi antarlembaga dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat atau mitra.

Artikel harus menunjukkan adanya permasalahan atau kebutuhan nyata pada masyarakat atau mitra, intervensi atau solusi yang diberikan, metode pelaksanaan kegiatan, hasil yang dicapai, evaluasi kegiatan, serta potensi keberlanjutan atau dampak kegiatan.

Artikel tidak hanya berupa laporan kegiatan, tetapi harus memiliki nilai akademik melalui analisis terhadap proses, hasil, perubahan, pembelajaran, dan kontribusi kegiatan.

Kegiatan dapat berupa, tetapi tidak terbatas pada, pelatihan, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, penyuluhan, transfer teknologi, pengembangan produk, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, pengembangan desa wisata, pengembangan UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif, pengembangan destinasi, pemasaran, peningkatan kualitas pelayanan, serta bentuk intervensi masyarakat lainnya.

 

Panjang Naskah

Naskah umumnya memiliki panjang sekitar 4.000–7.000 kata, tidak termasuk daftar pustaka, tabel, gambar, dan materi tambahan.

 

Naskah yang melebihi jumlah kata tersebut tetap dapat dipertimbangkan apabila panjang naskah memiliki alasan akademik yang kuat berdasarkan kompleksitas kegiatan dan kontribusinya.

Kualitas ilmiah, kedalaman analisis, kejelasan proses pengabdian, serta kontribusi kegiatan lebih diutamakan daripada jumlah halaman.

 

Format Naskah

Naskah harus dikirimkan dalam format Microsoft Word (.doc atau .docx) dengan menggunakan templat resmi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

Naskah menggunakan ukuran kertas A4 dengan tata letak dua kolom. Margin atas 2 cm, bawah 3 cm, kiri 2,5 cm, dan kanan 2,5 cm. Font utama menggunakan Times New Roman ukuran 12 pt dengan jarak antarbaris satu spasi. Judul artikel menggunakan ukuran 16 pt dan dicetak tebal. Nama penulis menggunakan ukuran 10 pt.

Tabel dan gambar harus memiliki ukuran yang proporsional, jelas, dan mudah dibaca.

Penulis sangat disarankan menggunakan templat resmi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

 

Bahasa

Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia

Naskah harus mengikuti Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V dan menggunakan bahasa akademik yang jelas, efektif, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

Naskah berbahasa Inggris harus menggunakan bahasa akademik yang jelas dan tata bahasa yang baik.

Penulis bertanggung jawab memastikan naskah telah melalui pemeriksaan bahasa sebelum dikirimkan.

 

Judul

Judul harus menggambarkan secara akurat kegiatan pengabdian yang dilaporkan.

Judul harus:

  1. menggambarkan permasalahan atau fokus utama kegiatan
  2. menunjukkan sasaran atau mitra apabila relevan;
  3. menggambarkan bentuk atau pendekatan kegiatan apabila diperlukan;
  4. ringkas, spesifik, dan informatif;
  5. menghindari singkatan yang tidak umum; dan
  6. diutamakan tidak lebih dari 15 kata.

 

Judul harus memungkinkan pembaca memahami fokus kegiatan pengabdian tanpa menimbulkan ambiguitas.

 

Penulis dan Afiliasi

Naskah harus mencantumkan informasi lengkap seluruh penulis yang meliputi nama lengkap, afiliasi institusi, program studi atau unit kerja apabila relevan, kota dan negara, ORCID apabila tersedia, serta alamat email penulis korespondensi.

Daftar penulis harus mencerminkan kontribusi yang sebenarnya terhadap kegiatan pengabdian dan penyusunan artikel.

Seluruh individu yang tercantum sebagai penulis harus memberikan kontribusi substansial terhadap kegiatan atau artikel dan menyetujui versi akhir naskah.

Perubahan susunan atau daftar penulis setelah naskah dikirimkan harus mendapatkan persetujuan seluruh penulis dan disertai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Abstrak

Setiap artikel wajib memiliki abstrak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Abstrak umumnya terdiri atas 150–250 kata

Abstrak harus menjelaskan secara ringkas:

  1. Permasalahan atau kondisi mitra;
  2. Tujuan kegiatan pengabdian;
  3. Metode atau pendekatan pelaksanaan;
  4. Bentuk intervensi atau kegiatan utama;
  5. Hasil dan perubahan yang dicapai; dan
  6. Kesimpulan atau implikasi kegiatan.

Abstrak tidak diperkenankan memuat sitasi, tabel, gambar, singkatan yang tidak dijelaskan, atau informasi yang tidak terdapat dalam naskah.

Abstrak harus menekankan hasil dan dampak kegiatan, bukan sekadar menjelaskan bahwa kegiatan telah dilaksanakan.

 

Kata Kunci

Setiap artikel mencantumkan 3–5 kata kunci.

Kata kunci harus menggambarkan konsep utama artikel, relevan dengan bidang pengabdian, dan menggunakan istilah yang umum digunakan dalam penelitian atau pengabdian kepada masyarakat.

Kata kunci ditulis secara konsisten dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

Pendahuluan

Pendahuluan harus menjelaskan alasan akademik dan praktis mengapa kegiatan pengabdian perlu dilakukan.

Pendahuluan sekurang-kurangnya mencakup beberapa unsur berikut.

  1. Kondisi dan Permasalahan Mitra

Penulis harus menjelaskan kondisi awal masyarakat atau mitra yang menjadi sasaran kegiatan.

Permasalahan harus didukung oleh data atau informasi yang relevan, baik melalui hasil observasi, wawancara, dokumentasi, data statistik, kajian terdahulu, maupun sumber terpercaya lainnya.

Permasalahan yang disampaikan harus menunjukkan kebutuhan nyata yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.

  1. Kajian Situasi

Penulis perlu menjelaskan konteks sosial, ekonomi, pendidikan, pariwisata, kelembagaan, teknologi, atau aspek lain yang berkaitan dengan permasalahan mitra.

Kajian situasi harus membantu pembaca memahami mengapa intervensi tertentu dipilih.

  1. Solusi yang Ditawarkan

Penulis harus menjelaskan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra.

Solusi harus memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahan yang telah diidentifikasi dan didukung oleh landasan teori atau hasil kajian sebelumnya apabila relevan

  1. Tujuan Kegiatan

Tujuan pengabdian harus dinyatakan secara jelas dan terukur sesuai dengan permasalahan dan solusi yang ditawarkan.

  1. Kebaruan dan Kontribusi

Artikel harus menjelaskan nilai tambah atau kontribusi kegiatan dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya.

Kebaruan dapat berupa pendekatan, metode pemberdayaan, model pendampingan, teknologi, produk, media, sasaran, konteks wilayah, atau bentuk solusi yang diterapkan.

Pendahuluan harus membangun hubungan logis antara kondisi mitra, permasalahan, kebutuhan, solusi, tujuan, dan kontribusi kegiatan.

 

Metode Pelaksanaan

Bagian metode harus menjelaskan secara jelas bagaimana kegiatan pengabdian dilaksanakan sehingga dapat dipahami dan, apabila memungkinkan, direplikasi oleh pihak lain.

Metode dapat mencakup

  1. Lokasi dan Waktu Kegiata

Jelaskan lokasi, karakteristik wilayah atau mitra, serta waktu pelaksanaan kegiatan.

  1. Sasaran atau Mitra

Jelaskan karakteristik mitra atau kelompok sasaran, termasuk jumlah peserta, karakteristik peserta, kelompok masyarakat, komunitas, UMKM, desa wisata, sekolah, organisasi, atau institusi yang terlibat.

  1. Identifikasi Permasalahan

Jelaskan bagaimana permasalahan atau kebutuhan mitra diidentifikasi.

Identifikasi dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi, survei, pemetaan kebutuhan, analisis dokumen, atau metode lain yang relevan

  1. Bentuk dan Tahapan Kegiatan

Jelaskan tahapan kegiatan secara sistematis, misalnya persiapan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, implementasi, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.

  1. Metode Intervensi

Jelaskan pendekatan yang digunakan, seperti pelatihan, penyuluhan, pendampingan, demonstrasi, praktik langsung, konsultasi, transfer teknologi, pemberdayaan, atau pendekatan partisipatif.

  1. Instrumen dan Bahan

Apabila relevan, jelaskan instrumen, modul, media, teknologi, bahan, perangkat, atau alat yang digunakan dalam kegiatan.

  1. Evaluasi Kegiatan

Jelaskan metode untuk mengukur keberhasilan kegiatan.

Evaluasi dapat menggunakan pre-test dan post-test, observasi, wawancara, kuesioner kepuasan, penilaian keterampilan, perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan, peningkatan kualitas produk, peningkatan kapasitas, atau indikator lain yang sesuai.

  1. Indikator Keberhasilan

Penulis harus menjelaskan indikator yang digunakan untuk menentukan apakah kegiatan telah mencapai tujuan.

  1. Indikator dapat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, kapasitas pengelolaan, kualitas produk, penggunaan teknologi, kemampuan pemasaran, perubahan perilaku, peningkatan partisipasi, atau indikator lain yang relevan.

 

Hasil dan Pembahasan

Bagian Hasil dan Pembahasan harus menunjukkan secara jelas hasil pelaksanaan kegiatan dan makna dari hasil tersebut.

Artikel pengabdian tidak cukup hanya menyatakan bahwa kegiatan berjalan lancar atau peserta antusias. Penulis perlu menunjukkan bukti perubahan atau capaian yang diperoleh mitra.

Hasil dapat mencakup:

  1. Perubahan pengetahuan;
  2. Peningkatan keterampilan;
  3. Perubahan sikap atau perilaku;
  4. Peningkatan kapasitas mitra;
  5. Peningkatan kualitas produk atau layanan;
  6. Penerapan teknologi;
  7. Terbentuknya produk atau inovasi baru;
  8. Peningkatan kemampuan pemasaran;
  9. Peningkatan kelembagaan atau tata kelola;
  10. Peningkatan partisipasi masyarakat; dan
  11. Capaian lain yang relevan dengan tujuan kegiatan.

Hasil kegiatan harus didukung oleh data, tabel, gambar, dokumentasi, hasil evaluasi, atau bukti lain yang relevan.

Pembahasan harus menginterpretasikan hasil kegiatan dengan menghubungkannya dengan teori, konsep, hasil kegiatan sebelumnya, atau literatur yang relevan.

Penulis perlu menjelaskan mengapa perubahan terjadi, faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan, serta bagaimana hasil kegiatan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah mitra.

 

Dampak dan Keberlanjutan

Bagian ini menjelaskan dampak kegiatan terhadap mitra dan potensi keberlanjutan setelah kegiatan pengabdian selesai.

Penulis dapat menjelaskan perubahan jangka pendek maupun potensi dampak jangka menengah dan panjang.

Aspek yang dapat dibahas meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, keberlanjutan produk atau program, kemandirian mitra, peningkatan ekonomi, penguatan kelembagaan, perubahan perilaku, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas destinasi atau layanan pariwisata, serta potensi replikasi kegiatan.

Penulis juga perlu menjelaskan strategi tindak lanjut yang memungkinkan mitra mempertahankan atau mengembangkan hasil kegiatan secara mandiri.

 

Kesimpulan

Kesimpulan harus memberikan jawaban yang jelas terhadap tujuan kegiatan pengabdian.

Kesimpulan sekurang-kurangnya mencakup pencapaian utama kegiatan, perubahan atau manfaat yang diperoleh mitra, serta kontribusi kegiatan terhadap penyelesaian permasalahan.

Kesimpulan tidak boleh sekadar mengulang kronologi kegiatan dan tidak boleh memasukkan data atau informasi baru yang belum dibahas sebelumnya.

Apabila relevan, kesimpulan dapat disertai rekomendasi untuk keberlanjutan program atau kegiatan berikutnya.

Kesimpulan sebaiknya disajikan dalam bentuk paragraf yang koheren.

 

Keterbatasan dan Implikasi

Penulis dianjurkan menjelaskan keterbatasan kegiatan secara objektif.

Keterbatasan dapat berkaitan dengan waktu pelaksanaan, jumlah peserta, karakteristik mitra, sumber daya, cakupan wilayah, metode evaluasi, tingkat partisipasi, maupun keberlanjutan kegiatan.

Penulis juga dapat menjelaskan implikasi kegiatan terhadap praktik pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata, pengelolaan destinasi, pendidikan, kebijakan, kelembagaan, atau pengembangan ekonomi masyarakat.

Keterbatasan tidak dimaksudkan untuk mengurangi nilai kegiatan, tetapi untuk memberikan gambaran yang transparan mengenai konteks dan batas penerapan hasil kegiatan.

 

Tabel dan Gambar

Tabel dan gambar hanya digunakan apabila memberikan kontribusi terhadap kejelasan penyajian informasi.

Setiap tabel dan gambar harus memiliki judul yang jelas, diberi nomor secara berurutan, disebutkan dalam teks, memiliki kualitas yang baik, serta mencantumkan sumber apabila diperlukan.

Dokumentasi kegiatan dapat digunakan sebagai gambar apabila memiliki nilai informatif dan relevan dengan proses atau hasil pengabdian.

Foto kegiatan sebaiknya tidak hanya menampilkan dokumentasi seremonial, tetapi menunjukkan proses intervensi, keterlibatan peserta, produk yang dihasilkan, perubahan kondisi, atau hasil kegiatan.

Penulis bertanggung jawab memperoleh izin penggunaan materi yang memiliki hak cipta atau melibatkan pihak ketiga apabila diperlukan.

 

Data dan Penyajian Hasil Evaluasi

Artikel pengabdian yang menggunakan data kuantitatif atau kualitatif harus menyajikan data secara akurat dan transparan.

Apabila relevan, penulis dapat menyajikan

  1. Karakteristik peserta;
  2. Hasil pre-test dan post-test;
  3. Perubahan tingkat pengetahuan;
  4. Perubahan keterampilan;
  5. Tingkat kepuasan peserta;
  6. Capaian indikator keberhasilan;
  7. Hasil observasi;
  8. Hasil wawancara; dan
  9. Indikator dampak lainnya.

Data harus disajikan sesuai dengan metode evaluasi yang digunakan.

Penulis tidak diperkenankan memanipulasi, menghilangkan secara sengaja, atau menyajikan data secara menyesatkan.

 

Referensi

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) menggunakan American Psychological Association (APA) 7th Edition sebagai gaya penulisan referensi.

Penulis sangat disarankan menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau aplikasi sejenis.

Seluruh sumber yang dikutip dalam naskah harus dicantumkan dalam daftar pustaka dan seluruh sumber dalam daftar pustaka harus dikutip dalam naskah.

Penulis harus memprioritaskan artikel jurnal ilmiah peer-reviewed, buku akademik, prosiding yang relevan, publikasi resmi lembaga, laporan penelitian, serta sumber akademik terpercaya lainnya.

Literatur terbaru dan relevan perlu diprioritaskan, sementara sumber klasik atau fundamental dapat digunakan apabila diperlukan secara teoritis.

Untuk artikel pengabdian, minimal 15 referensi ilmiah direkomendasikan. Editor dan reviewer dapat meminta referensi tambahan apabila diperlukan untuk memperkuat landasan akademik artikel.

Penulis dapat mengutip artikel yang telah diterbitkan oleh Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) apabila benar-benar relevan. Sitasi tidak boleh dilakukan secara berlebihan atau artifisial hanya untuk meningkatkan jumlah sitasi jurnal.

 

DOI dan Verifikasi Referensi

Apabila tersedia, penulis dianjurkan mencantumkan DOI artikel jurnal yang digunakan sebagai referensi.

Penulis bertanggung jawab memastikan ketepatan nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, DOI, dan URL apabila relevan.

 

Orisinalitas dan Pengajuan Eksklusif

Naskah yang dikirimkan ke Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) harus merupakan karya asli, belum pernah diterbitkan dalam bentuk yang secara substansial sama, tidak sedang dalam proses penilaian pada jurnal lain, tidak merupakan publikasi duplikat atau redundan, serta mencantumkan sumber yang digunakan secara tepat.

Pengiriman naskah yang secara substansial sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan praktik publikasi yang tidak etis.

 

Pemeriksaan Similaritas

Setiap naskah wajib melalui pemeriksaan kesamaan teks sebelum proses peer review.

Penulis wajib mengunggah laporan pemeriksaan similarity sebagai berkas tambahan pada saat pengajuan naskah.

Batas maksimum indeks similarity yang ditetapkan oleh Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) adalah 10%.

Pemeriksaan similarity sebaiknya dilakukan menggunakan perangkat lunak pemeriksa kesamaan teks yang diakui.

Untuk kepentingan penyaringan editorial, penulis dianjurkan menggunakan pengaturan yang mengecualikan daftar pustaka, nama dan afiliasi penulis, kutipan langsung apabila sesuai, serta sumber lain yang secara wajar menghasilkan kesamaan teks yang tidak dapat dihindari.

Indeks similarity sebesar 10% atau kurang tidak secara otomatis menunjukkan bahwa artikel bebas dari plagiarisme. Tim editorial tetap dapat melakukan pemeriksaan substantif terhadap dugaan plagiarisme, self-plagiarism, publikasi duplikat, atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya.

Naskah yang melebihi batas 10% dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki sebelum memasuki proses peer review.

 

Pernyataan

Penulis harus mencantumkan bagian Pernyataan sebelum Daftar Pustaka.

Sesuai dengan karakteristik kegiatan, pernyataan dapat mencakup konflik kepentingan, pendanaan, kontribusi penulis, persetujuan etis, ketersediaan data atau materi, serta penggunaan teknologi AI generatif.

  1. Konflik Kepentingan

Penulis wajib mengungkapkan hubungan finansial, profesional, pribadi, kelembagaan, atau kepentingan lainnya yang secara wajar dapat dianggap memengaruhi pelaksanaan atau interpretasi kegiatan.

Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis dapat menyatakan:

“Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan yang berkaitan dengan pelaksanaan dan publikasi kegiatan pengabdian ini.”

  1. Pendanaan

Penulis wajib mencantumkan sumber pendanaan kegiatan apabila terdapat dukungan finansial dari pihak tertentu.

Apabila kegiatan tidak memperoleh pendanaan eksternal, penulis dapat menyatakan:

“Kegiatan pengabdian ini tidak memperoleh pendanaan eksternal secara khusus.

  1. Kontribusi Penulis”

Apabila terdapat lebih dari satu penulis, kontribusi masing-masing penulis dapat dijelaskan sesuai dengan peran dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis, penyusunan, dan revisi artikel. Bagian ini dapat dilampirkan pada saat pengajuan naskah.

  1. Persetujuan Etis

Apabila kegiatan melibatkan manusia, data pribadi, kelompok rentan, atau aspek lain yang memerlukan persetujuan etis, penulis harus menjelaskan persetujuan atau izin etis yang diperoleh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  1. Ketersediaan Data atau Materi

Apabila relevan, penulis dapat menjelaskan ketersediaan data, instrumen, modul, materi pelatihan, atau bahan lain yang digunakan dalam kegiatan.

  1. Teknologi AI Generatif dan Berbantuan AI

Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI generatif atau teknologi berbantuan AI yang digunakan secara material dalam penyusunan artikel atau pelaksanaan kegiatan.

Apabila tidak menggunakan AI generatif, penulis dapat menyatakan:

“Penulis menyatakan bahwa tidak menggunakan teknologi AI generatif atau teknologi berbantuan AI dalam penyusunan artikel ini.”

Apabila menggunakan AI, penulis harus menjelaskan nama alat dan tujuan penggunaannya. Penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap akurasi, orisinalitas, integritas, dan isi akhir artikel.

  1. AI generatif tidak dapat dicantumkan sebagai penulis.

Apabila AI digunakan sebagai bagian dari metode kegiatan, analisis data, pengolahan gambar, pemrograman, atau prosedur substantif lainnya, penggunaannya harus dijelaskan pada bagian metode yang relevan.

 

Teknologi AI Generatif dan Berbantuan AI

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) memperbolehkan penggunaan teknologi AI generatif dan teknologi berbantuan AI secara bertanggung jawab dan transparan.

  1. AI dapat digunakan untuk membantu proses seperti penyuntingan bahasa, pemeriksaan tata bahasa dan ejaan, penerjemahan, pengorganisasian awal gagasan, bantuan pemrograman, serta aktivitas pendukung penelitian atau pengabdian lainnya yang sah.
  2. Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas akurasi, orisinalitas, integritas, dan isi artikel.
  3. AI tidak boleh digunakan untuk memalsukan atau membuat data, merekayasa hasil kegiatan, membuat referensi palsu, memanipulasi bukti, menghasilkan informasi yang menyesatkan, menyembunyikan plagiarisme, atau melakukan bentuk pelanggaran akademik lainnya.
  4. AI tidak dapat menggantikan kontribusi intelektual dan tanggung jawab penulis.

 

Etika Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Kegiatan pengabdian yang melibatkan manusia, data pribadi, kelompok rentan, anak-anak, komunitas tertentu, atau objek lain yang sensitif harus memperhatikan prinsip etika yang berlaku.

Penulis harus memperoleh izin dari mitra atau pihak terkait apabila diperlukan.

Apabila kegiatan melibatkan pengumpulan data pribadi, dokumentasi foto atau video, wawancara, testimoni, atau informasi yang dapat mengidentifikasi individu, penulis harus memastikan adanya persetujuan yang sesuai.

Penulis tidak diperkenankan mempublikasikan informasi pribadi atau dokumentasi individu tanpa persetujuan atau dasar etis dan hukum yang memadai.

 

Integritas Data dan Transparansi Kegiatan

Penulis wajib melaporkan proses dan hasil kegiatan secara akurat.

Penulis tidak diperkenankan:

  1. Membuat Data Yang Tidak Pernah Dikumpulkan;
  2. Memalsukan Data;
  3. Memanipulasi Hasil Evaluasi;
  4. Menghilangkan Hasil Yang Relevan Secara Menyesatkan;
  5. Memanipulasi Dokumentasi Kegiatan; Atau
  6. Memberikan Gambaran Yang Tidak Sesuai Dengan Pelaksanaan Kegiatan Sebenarnya.

Apabila diperlukan untuk kepentingan verifikasi, penulis harus dapat menyediakan data, instrumen evaluasi, materi kegiatan, dokumentasi, atau informasi pendukung lainnya dengan tetap memperhatikan ketentuan etika, privasi, kerahasiaan, dan hak pihak terkait.

 

Kepemilikan Artikel

Kepengarangan harus mencerminkan kontribusi intelektual yang substansial terhadap kegiatan dan penyusunan artikel.

Penulis dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan kegiatan, identifikasi masalah, penyusunan metode, pelaksanaan kegiatan, pengumpulan data, evaluasi, analisis, penyusunan artikel, atau revisi substantif artikel.

Seluruh penulis harus menyetujui versi akhir artikel dan bertanggung jawab terhadap isi publikasi.

Pihak yang memberikan kontribusi tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan dapat dicantumkan dalam bagian Ucapan Terima Kasih.

 

Penulis Korespondensi

Penulis korespondensi bertanggung jawab atas komunikasi dengan tim editorial.

Penulis korespondensi harus memastikan bahwa seluruh penulis telah menyetujui naskah, informasi kepenulisan telah dicantumkan dengan benar, naskah tidak sedang diajukan ke jurnal lain, seluruh pernyataan yang diwajibkan telah dilengkapi, dan seluruh berkas yang dipersyaratkan telah diunggah.

 

Hak Cipta dan Lisensi

Penulis mempertahankan hak yang berlaku atas karya ilmiahnya sesuai dengan ketentuan hak cipta dan lisensi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

Dengan mengirimkan naskah, penulis menyatakan bahwa penulis memiliki hak untuk mengirimkan dan menerbitkan artikel serta bahwa artikel tidak melanggar hak cipta atau hak kekayaan intelektual pihak lain.

Penulis bertanggung jawab memperoleh izin penggunaan materi berhak cipta apabila diperlukan.

Ketentuan lisensi artikel mengikuti Kebijakan Hak Cipta dan Lisensi Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

 

Proses Peer Review

Naskah yang memenuhi persyaratan penyaringan awal akan diproses melalui peer review sesuai dengan Kebijakan Peer Review Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

Tim editorial dapat menolak naskah sebelum peer review apabila naskah tidak sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, tidak memenuhi standar ilmiah minimum, tidak mengikuti pedoman penulis, memiliki tingkat similarity yang berlebihan, memiliki permasalahan etika yang serius, tidak memiliki kontribusi yang memadai, atau tidak sesuai untuk diterbitkan.

Lolos pemeriksaan teknis tidak menjamin bahwa artikel akan diterima untuk publikasi.

 

Kerahasiaan Reviewer

Naskah yang dikirimkan untuk proses peer review diperlakukan sebagai dokumen rahasia.

Reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah dan melakukan penilaian secara objektif, independen, dan profesional

Reviewer wajib mengungkapkan konflik kepentingan dan tidak diperkenankan menggunakan informasi rahasia yang diperoleh selama proses peer review untuk kepentingan pribadi atau profesional.

Reviewer tidak diperkenankan mengunggah isi naskah yang bersifat rahasia ke sistem AI generatif yang dapat membahayakan kerahasiaan, hak kekayaan intelektual, atau integritas proses editorial.

 

Perbaikan Pasca-Publikasi

Penulis tetap memiliki tanggung jawab terhadap integritas artikel setelah artikel diterbitkan.

Apabila penulis menemukan kesalahan substansial atau ketidakakuratan dalam artikel yang telah diterbitkan, penulis harus segera menghubungi Editor.

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) dapat menerbitkan koreksi, pencabutan artikel, expression of concern, atau pemberitahuan pascapublikasi lainnya apabila diperlukan untuk menjaga integritas rekam ilmiah.

 

Biografi Penulis

Setiap penulis dapat mencantumkan biografi singkat pada bagian yang telah ditentukan dalam naskah.

Biografi penulis umumnya terdiri atas 50 kata untuk setiap penulis dan dapat memuat nama lengkap, afiliasi atau institusi, bidang keahlian atau minat penelitian/pengabdian, jabatan atau peran profesional yang relevan, alamat email, serta ORCID atau Google Scholar apabila tersedia.

 

Biografi harus ditulis secara singkat, objektif, dan relevan dengan bidang akademik atau profesional penulis.

Format yang disarankan:

Nama Penulis adalah [jabatan/profesi] pada [nama institusi]. Penulis memiliki bidang keahlian/minat pada [bidang keahlian atau minat penelitian/pengabdian]. Aktivitas akademik dan profesional penulis mencakup [aktivitas atau bidang yang relevan]. Penulis dapat dihubungi melalui email [alamat email]. Profil akademik tersedia melalui ORCID [ORCID] dan/atau Google Scholar [ID/profil], apabila tersedia.

 

Checklist Sebelum Pengajuan

Sebelum mengirimkan naskah ke Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP), penulis harus memastikan bahwa seluruh persyaratan berikut telah dipenuhi.

☐ Kesesuaian, Orisinalitas, dan Etika Pengajuan

Naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP), merupakan karya asli, belum pernah diterbitkan, tidak sedang dipertimbangkan oleh jurnal lain, dan telah disetujui oleh seluruh penulis.

☐ Struktur dan Format Naskah

Naskah telah mengikuti templat, format, struktur, judul, abstrak bilingual, kata kunci, dan ketentuan penyusunan naskah yang ditetapkan oleh Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP).

☐ Pemeriksaan Similarity

Naskah telah melalui pemeriksaan similarity dengan indeks maksimum 10% dan laporan similarity telah diunggah sebagai berkas tambahan.

☐ Penggunaan AI

Penggunaan AI generatif atau teknologi berbantuan AI telah diungkapkan sesuai dengan kebijakan Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP). AI tidak dicantumkan sebagai penulis dan seluruh penulis bertanggung jawab terhadap isi akhir artikel.

 

Catatan Akhir

Kepatuhan terhadap Pedoman Penulis Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) merupakan tanggung jawab penulis.

Editor berhak mengembalikan naskah yang tidak memenuhi persyaratan minimum sebelum memasuki proses peer review.

Kepatuhan terhadap persyaratan teknis tidak menjamin penerimaan artikel. Keputusan publikasi didasarkan pada kualitas ilmiah, orisinalitas, relevansi permasalahan mitra, ketepatan metode pengabdian, kualitas hasil dan evaluasi, kontribusi terhadap masyarakat dan pengembangan pariwisata, integritas akademik, serta hasil proses peer review.

Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) berkomitmen menyelenggarakan proses publikasi ilmiah yang transparan, rigor, etis, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta prinsip-prinsip etika publikasi ilmiah yang diakui.