Kebijakan Penggunaan Genaratif AI
KEBIJAKAN PENGGUNAAN GENERATIF AI
Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) menyadari bahwa teknologi Generative Artificial Intelligence (AI) dan teknologi berbantuan AI semakin banyak digunakan dalam kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, penyusunan artikel, analisis data, peer review, dan penerbitan ilmiah.
Teknologi tersebut dapat memberikan manfaat dalam berbagai aktivitas, seperti penyuntingan bahasa, penerjemahan, pengorganisasian tulisan, eksplorasi literatur, pengolahan data, pemrograman, serta berbagai aktivitas pendukung lainnya. Namun, penggunaan AI yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko terhadap integritas akademik, kepengarangan, plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, hak cipta, privasi, kerahasiaan, serta akuntabilitas ilmiah.
Oleh karena itu, Jurnal Abdimas Pariwisata mengizinkan penggunaan Generative AI dan teknologi berbantuan AI secara bertanggung jawab, transparan, dan etis, dengan prinsip bahwa manusia tetap memegang tanggung jawab penuh atas karya ilmiah, kegiatan pengabdian, keputusan editorial, dan proses peer review.
Kebijakan ini berlaku bagi penulis, reviewer, editor, anggota dewan editor, dan pihak lain yang terlibat dalam proses publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata.
Ruang Lingkup
Kebijakan ini berlaku terhadap penggunaan Generative AI dan teknologi berbantuan AI dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penyusunan dan penyuntingan artikel, penerjemahan, eksplorasi literatur, analisis dan pengolahan data, pemrograman, pembuatan atau modifikasi gambar dan dokumentasi, penyusunan tabel atau materi pendukung, peer review, pengambilan keputusan editorial, komunikasi editorial, serta aktivitas lain yang berkaitan dengan proses publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata.
Pengertian Generative AI dan Teknologi Berbantuan AI
Dalam kebijakan ini, Generative AI dan teknologi berbantuan AI adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan, mengubah, menganalisis, merangkum, menerjemahkan, menyunting, mengklasifikasikan, atau membantu menghasilkan konten akademik maupun materi pendukung kegiatan pengabdian.
Teknologi tersebut dapat mencakup, tetapi tidak terbatas pada, ChatGPT, Microsoft Copilot, Google Gemini, Claude, Perplexity, perangkat penyuntingan dan penerjemahan berbasis AI, perangkat analisis data dan pemrograman berbasis AI, serta perangkat pembangkitan gambar, audio, video, atau materi digital berbasis AI.
Daftar tersebut bersifat ilustratif dan tidak merupakan bentuk dukungan atau endorsement terhadap layanan AI tertentu.
Prinsip Umum Penggunaan AI
Penggunaan AI dalam publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata harus didasarkan pada prinsip tanggung jawab manusia, transparansi, integritas akademik, orisinalitas, kerahasiaan, perlindungan data, keadilan, dan penggunaan yang bertanggung jawab.
AI tidak dapat mengambil alih tanggung jawab ilmiah manusia. Penulis, reviewer, dan editor tetap bertanggung jawab atas akurasi, orisinalitas, integritas, dan kepatuhan etis dari pekerjaan mereka.
Penggunaan AI yang memiliki kontribusi material terhadap artikel atau kegiatan pengabdian harus diungkapkan secara transparan sesuai dengan ketentuan kebijakan ini.
AI tidak boleh digunakan untuk membuat, mengubah, atau menyajikan data, hasil kegiatan, dokumentasi, maupun bukti pengabdian secara menyesatkan.
Pengguna AI wajib melindungi data pribadi, informasi rahasia, informasi mitra, data peserta, serta informasi lain yang bersifat sensitif.
Penggunaan AI juga tidak boleh menghasilkan diskriminasi, bias yang tidak dapat dibenarkan, manipulasi, penipuan, atau perlakuan tidak adil terhadap penulis, reviewer, mitra, maupun peserta kegiatan pengabdian.
Penggunaan AI oleh Penulis
Jurnal Abdimas Pariwisata memperbolehkan penulis menggunakan AI sebagai alat bantu selama penulis tetap memegang kendali dan tanggung jawab intelektual terhadap artikel dan kegiatan yang dilaporkan.
Penggunaan AI yang diperbolehkan dapat mencakup perbaikan tata bahasa, ejaan, tanda baca, keterbacaan, penerjemahan, perbaikan kejelasan dan organisasi teks, bantuan pemrograman, bantuan analisis data yang diverifikasi secara independen, eksplorasi awal literatur, pengembangan gagasan, serta aktivitas pendukung lain yang tidak menggantikan kontribusi intelektual penulis.
Dalam konteks artikel pengabdian kepada masyarakat, AI juga dapat digunakan untuk membantu mengorganisasikan materi, menyusun struktur laporan, membantu analisis data evaluasi, atau mendukung pengolahan informasi kegiatan, sepanjang hasilnya diperiksa dan diverifikasi oleh penulis.
Penulis tetap bertanggung jawab untuk memeriksa seluruh keluaran AI sebelum digunakan dalam artikel.
Penggunaan AI yang Dilarang bagi Penulis
Penulis tidak diperkenankan menggunakan AI untuk membuat atau merekayasa data kegiatan pengabdian, menciptakan hasil kegiatan yang tidak pernah terjadi, membuat testimoni atau tanggapan peserta secara fiktif, membuat referensi atau sitasi palsu, memalsukan hasil evaluasi, memanipulasi dokumentasi kegiatan secara menyesatkan, atau menyajikan informasi yang dihasilkan AI sebagai fakta tanpa verifikasi yang memadai.
AI juga tidak boleh digunakan untuk menyamarkan plagiarisme, mengambil karya orang lain tanpa atribusi, melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual, memanipulasi gambar atau bukti kegiatan secara menipu, menghilangkan kontribusi intelektual manusia secara substansial, menyembunyikan penggunaan AI apabila pengungkapan diwajibkan, atau melanggar privasi dan kerahasiaan mitra maupun peserta.
Penggunaan AI untuk menghasilkan substansi utama artikel tanpa keterlibatan intelektual, pemeriksaan kritis, dan tanggung jawab penulis tidak dapat dibenarkan.
AI dan Kepengarangan
Generative AI dan teknologi berbantuan AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author artikel yang dikirimkan atau diterbitkan oleh Jurnal Abdimas Pariwisata.
Kepengarangan mensyaratkan kontribusi intelektual manusia serta kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap isi artikel.
Penggunaan AI tidak mengurangi atau memindahkan tanggung jawab penulis terhadap isi artikel. Seluruh keluaran AI yang digunakan dalam artikel harus berada di bawah pengawasan, verifikasi, dan tanggung jawab penulis.
Pengungkapan Penggunaan AI
Penulis wajib mengungkapkan penggunaan Generative AI atau teknologi berbantuan AI apabila penggunaannya memberikan kontribusi material terhadap penyusunan artikel, analisis, metodologi kegiatan, pengolahan data, pembuatan materi, atau aktivitas substantif lainnya yang relevan dengan artikel.
Pengungkapan setidaknya mencantumkan nama perangkat atau layanan AI, versi atau model apabila tersedia, tujuan penggunaan, serta bentuk atau tingkat bantuan yang diberikan.
Pernyataan yang dapat digunakan adalah:
Declaration of Generative AI and AI-Assisted Technologies
"During the preparation of this manuscript, the authors used [NAME OF AI TOOL] for [PURPOSE]. The authors subsequently reviewed, verified, and edited the output and take full responsibility for the content, accuracy, originality, and integrity of the published work."
Untuk artikel berbahasa Indonesia, pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai:
"Dalam proses penyusunan artikel ini, penulis menggunakan [NAMA PERANGKAT AI] untuk [TUJUAN PENGGUNAAN]. Penulis kemudian meninjau, memverifikasi, dan menyunting seluruh keluaran yang dihasilkan atau dibantu oleh teknologi tersebut serta tetap bertanggung jawab penuh atas isi, akurasi, orisinalitas, dan integritas artikel yang diterbitkan."
Apabila AI digunakan sebagai bagian dari metodologi kegiatan atau analisis data, penggunaannya harus dijelaskan secara transparan pada bagian metode atau bagian artikel yang relevan, bukan hanya dalam pernyataan umum penggunaan AI.
AI yang Digunakan untuk Bahasa dan Copyediting
Penggunaan AI secara terbatas untuk memperbaiki ejaan, tata bahasa, tanda baca, format, atau keterbacaan bahasa pada umumnya tidak memerlukan pengungkapan khusus apabila penggunaannya tidak memberikan kontribusi material terhadap substansi intelektual artikel.
Meskipun demikian, penulis tetap bertanggung jawab memastikan bahwa hasil penyuntingan AI tidak mengubah makna, interpretasi, data, temuan, atau kesimpulan artikel.
AI-Generated Images, Figures, Documentation, dan Materials
Penggunaan Generative AI untuk membuat atau memodifikasi gambar, ilustrasi, infografis, tabel, dataset, audio, video, materi pelatihan, atau materi lain yang menjadi bagian dari artikel harus diungkapkan apabila penggunaannya relevan terhadap substansi kegiatan atau dapat memengaruhi interpretasi pembaca.
Khusus dokumentasi kegiatan pengabdian, AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan atau memanipulasi dokumentasi sehingga seolah-olah suatu kegiatan, peserta, lokasi, produk, atau hasil tertentu benar-benar terjadi apabila kondisi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Foto atau dokumentasi kegiatan yang telah dimodifikasi menggunakan AI tidak boleh digunakan untuk memberikan kesan palsu mengenai pelaksanaan atau keberhasilan kegiatan.
Materi yang dihasilkan AI juga harus memperhatikan hak cipta, hak kekayaan intelektual, privasi, persetujuan peserta, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Apabila materi yang dihasilkan AI merupakan bagian dari metodologi kegiatan, penulis harus memberikan informasi yang memadai mengenai penggunaannya sehingga dapat dievaluasi secara tepat.
AI dan Data Kegiatan Pengabdian
AI dapat digunakan untuk membantu analisis, klasifikasi, pengolahan, visualisasi, atau interpretasi data kegiatan pengabdian apabila penulis memahami proses tersebut dan melakukan pemeriksaan serta validasi secara independen.
Penggunaan AI tidak boleh menyebabkan manipulasi, fabrikasi, falsifikasi, atau penghilangan data secara tidak transparan.
Penulis wajib memastikan bahwa data yang diberikan kepada sistem AI tidak melanggar kerahasiaan atau privasi mitra dan peserta.
Data pribadi, data sensitif, informasi identitas peserta, informasi internal mitra, dan informasi rahasia lainnya tidak boleh dimasukkan ke dalam sistem AI publik tanpa dasar hukum, izin, perlindungan, atau mekanisme keamanan yang memadai.
Apabila penggunaan AI merupakan bagian substantif dari analisis atau metodologi kegiatan, penggunaannya harus dijelaskan dalam bagian metode artikel.
AI dan Perlindungan Mitra serta Peserta
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penulis memiliki tanggung jawab khusus untuk melindungi informasi dan kepentingan mitra serta peserta.
Penulis tidak diperkenankan memasukkan nama lengkap, nomor kontak, alamat, data identitas, foto pribadi, informasi kesehatan, informasi ekonomi, atau data sensitif lainnya mengenai peserta atau mitra ke dalam sistem AI publik apabila hal tersebut dapat mengungkap identitas atau informasi rahasia mereka.
Penggunaan AI dalam pengolahan wawancara, survei, dokumentasi, atau data peserta harus dilakukan dengan memperhatikan persetujuan, privasi, kerahasiaan, dan prinsip perlindungan data.
Penggunaan AI tidak boleh mengubah atau menghasilkan kutipan, testimoni, pernyataan peserta, maupun pengalaman masyarakat yang tidak benar-benar disampaikan oleh peserta.
Tanggung Jawab terhadap Kesalahan yang Dihasilkan AI
Sistem AI dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, tidak lengkap, bias, menyesatkan, atau sepenuhnya dibuat-buat.
Oleh karena itu, penulis wajib melakukan verifikasi secara mandiri terhadap pernyataan faktual, referensi dan sitasi, kutipan, hasil statistik, deskripsi metode, klaim teoritis, interpretasi data, informasi mengenai mitra, serta informasi substantif lainnya yang dihasilkan atau dibantu oleh AI.
Kesalahan yang berasal dari keluaran AI tidak mengurangi atau memindahkan tanggung jawab penulis.
AI, Plagiarisme, dan Pelanggaran Integritas Akademik
Penggunaan AI tidak memberikan pengecualian terhadap ketentuan plagiarisme dan integritas akademik Jurnal Abdimas Pariwisata.
Penggunaan AI dapat dianggap sebagai pelanggaran apabila digunakan untuk menyamarkan plagiarisme, membuat referensi atau kutipan palsu, mereproduksi materi berhak cipta tanpa izin, memalsukan data atau hasil kegiatan, memanipulasi dokumentasi, menyajikan kepengarangan secara tidak benar, atau menyesatkan pembaca maupun tim editorial.
Apabila ditemukan dugaan penggunaan AI yang tidak tepat, jurnal dapat meminta penjelasan, klarifikasi, atau bukti pendukung dari penulis dan dapat mengambil tindakan editorial sesuai dengan Kebijakan Etika Publikasi Jurnal Abdimas Pariwisata.
AI Detection
Jurnal Abdimas Pariwisata dapat menggunakan perangkat teknologi yang sesuai sebagai bagian dari pengendalian mutu editorial.
Namun, hasil dari perangkat pendeteksi AI tidak akan diperlakukan sebagai satu-satunya atau bukti konklusif mengenai pelanggaran etika akademik.
Perangkat pendeteksi AI dapat menghasilkan kesalahan atau false positive. Oleh karena itu, dugaan penggunaan AI yang tidak tepat harus dinilai melalui pertimbangan manusia, pemeriksaan substansi, dan apabila diperlukan komunikasi dengan penulis.
Penggunaan AI dalam Peer Review
Reviewer wajib menjaga kerahasiaan seluruh naskah yang diterima untuk ditinjau.
Reviewer tidak diperkenankan mengunggah naskah, data kegiatan yang belum dipublikasikan, identitas peserta, laporan review, komentar reviewer, korespondensi editorial, atau materi rahasia lainnya ke dalam sistem AI publik apabila tindakan tersebut dapat membahayakan kerahasiaan, hak kekayaan intelektual, privasi, atau hak penulis dan mitra.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu terbatas apabila tidak mengorbankan kerahasiaan dan tidak menggantikan penilaian profesional reviewer.
Reviewer tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas isi laporan review dan rekomendasi yang diberikan kepada editor.
Penggunaan AI oleh Editor
Editor dapat menggunakan teknologi AI sebagai alat bantu administratif atau pendukung proses editorial sepanjang tidak mengurangi independensi dan tanggung jawab editorial.
AI tidak boleh menggantikan pertimbangan editor dalam menentukan kesesuaian naskah, memilih reviewer, menilai hasil peer review, mengevaluasi dugaan pelanggaran etika, mengambil keputusan publikasi, maupun menentukan tindakan pascapublikasi.
Editor tetap bertanggung jawab terhadap seluruh keputusan editorial.
Informasi rahasia mengenai naskah, reviewer, penulis, mitra, peserta, atau proses editorial tidak boleh dimasukkan ke dalam sistem AI publik apabila dapat mengganggu kerahasiaan atau hak pihak terkait.
Kerahasiaan dan Perlindungan Data
Penulis, reviewer, editor, dan staf editorial harus berhati-hati dalam menggunakan teknologi AI.
Tanpa otorisasi dan perlindungan yang sesuai, informasi berikut tidak boleh dimasukkan ke dalam sistem AI publik atau sistem pihak ketiga yang tidak menjamin perlindungan memadai: naskah yang belum diterbitkan, materi peer review, identitas reviewer, korespondensi editorial, data pribadi, informasi peserta pengabdian, data kegiatan yang bersifat rahasia, informasi internal mitra, materi yang dilindungi hak kekayaan intelektual, dan informasi sensitif lainnya.
Pemeriksaan terhadap Dugaan Penyalahgunaan AI
Apabila Jurnal Abdimas Pariwisata memiliki alasan yang wajar untuk menduga adanya penggunaan AI yang tidak tepat atau tidak diungkapkan, tim editorial dapat meminta penjelasan dari penulis mengenai penggunaan AI, meminta klarifikasi mengenai peran AI dalam kegiatan atau artikel, meminta materi pendukung yang relevan, melakukan pemeriksaan editorial atau peer review tambahan, menolak artikel apabila permasalahan serius tidak dapat diselesaikan, atau mengambil tindakan pascapublikasi apabila permasalahan ditemukan setelah artikel diterbitkan.
Tindakan yang diambil akan disesuaikan secara proporsional dengan sifat dan tingkat keseriusan permasalahan.
Pengawasan Manusia
Jurnal Abdimas Pariwisata menerapkan prinsip bahwa AI dapat membantu, tetapi tidak dapat menggantikan penilaian dan tanggung jawab manusia.
Tanggung jawab akhir atas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian, pengumpulan dan pengolahan data, analisis, interpretasi, penyusunan artikel, peer review, evaluasi editorial, dan keputusan publikasi tetap berada pada manusia yang memiliki kompetensi dan kewenangan yang sesuai.
Hubungan dengan Kebijakan Jurnal Lainnya
Kebijakan Generative AI dan AI-Assisted Technologies ini harus dibaca bersama dengan kebijakan Jurnal Abdimas Pariwisata lainnya, termasuk Publication Ethics Policy, Plagiarism and Similarity Screening Policy, Peer Review Process, Author Guidelines, Research and Community Engagement Ethics Policy, Copyright and Licensing Policy, Conflict of Interest Policy, serta Correction and Retraction Policy.
Apabila penggunaan AI menimbulkan persoalan yang juga tercakup dalam kebijakan lain, ketentuan kebijakan terkait tetap berlaku.
Peninjauan Kebijakan
Teknologi AI dan standar penggunaan AI yang bertanggung jawab terus berkembang. Oleh karena itu, Jurnal Abdimas Pariwisata akan meninjau kebijakan ini secara berkala.
Jurnal dapat memperbarui kebijakan untuk menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi AI, integritas akademik, etika publikasi, perlindungan data, hak cipta, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta standar dan praktik terbaik dalam penerbitan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.
Jurnal Abdimas Pariwisata (JAP) berkomitmen untuk mendorong penggunaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab, transparan, etis, aman, dan akuntabel dalam seluruh proses publikasi ilmiah.
