Strategi Adaptasi Pengolahan Rendang Tradisional Minangkabau oleh Diaspora di Tengah Keterbatasan Bahan Baku

Authors

DOI:

https://doi.org/10.36276/v3maq271

Keywords:

Rendang, Diaspora, Culinary Adaptation, Gastrodiplomacy, Nation Branding.

Abstract

Rendang adalah hidangan khas Minangkabau yang saat ini memainkan peran penting dalam diplomasi budaya dan gastrodiplomasi Indonesia di panggung internasional. Namun, sebagian besar studi sebelumnya terutama berfokus pada kebijakan pemerintah makro atau makna simbolik budaya yang statis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi mikro-praktis yang digunakan oleh pengusaha kuliner Indonesia dan diaspora di luar negeri, khususnya mengenai adaptasi resep, manajemen pasokan bahan baku, pemanfaatan media digital, dan dampaknya terhadap nation branding. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode historis dengan pendekatan studi literatur dan analisis dokumen, yang mencakup empat tahap: heuristik, verifikasi data, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diaspora mengadaptasi resep dengan menyesuaikan tingkat kepedasan dan tekstur kuah ( kalio ) agar sesuai dengan preferensi pasar lokal tanpa mengorbankan cita rasa otentik. Untuk mengatasi kendala pasokan dan tingginya biaya daging sapi segar sebagai bahan baku utama, pelaku bisnis menggunakan daging sapi lokal di negara tempat mereka bernaung sambil menggabungkannya dengan bumbu instan olahan dari Indonesia, yang dipasarkan secara efisien melalui platform digital. Keberhasilan aksi-aksi independen berbasis komunitas ( dari bawah ke atas ) ini telah terbukti efektif dalam memperkuat program diplomasi resmi pemerintah, seperti Indonesia Spice Up The World , dan memperkuat citra nasional Indonesia secara global. Studi ini menyimpulkan bahwa peran aktif diaspora sebagai aktor non-negara merupakan kunci utama untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing kuliner tradisional di era globalisasi.

References

Ali, M. (2025). Dinamika Tren Kuliner Asing dan Tantangan Pelestarian Kuliner Tradisional di Indonesia. Journal of Economics, Business, Management, Accounting and Social Sciences, 3(3), 137–147. https://doi.org/10.63200/jebmass.v3i3.186

Fajarsari, D. D. (2017). Nilai Pendidikan dalam Kuliner Rendang. Buletin Al-Turas, 23(2), 337–348. https://doi.org/10.15408/bat.v23i2.6315

Fitrimawati, F., Nurhayati, N., & Indrayani, I. (2025). Determinan Faktor Daya Saing Rendang Daging Sapi Sebagai Produk Pangan Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 27(3), 245–255. https://doi.org/10.25077/jpi.27.3.245-255.2025

Gottschalk, L. (1985). Mengerti Sejarah. UI-Press.

Herlina, N. (2020). Metode Sejarah. Satya Historika.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah (1st ed.).).

Nadila Syafira, A., Salshabila, A., & Kinanti, S. (2025). Rendang sebagai Instrumen Diplomasi Kuliner Indonesia di Kancah Internasional.

Purnamasari, P., Dhistie, M. J., Rosmalia, A., Marisa, & Hidayat, R. (2024). RENDANG MINANGKABAU: KULINER KHAS INDONESIA YANG MENDUNIA. Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi, 7(7), 203–207.

Downloads

Published

2026-10-19

How to Cite

Strategi Adaptasi Pengolahan Rendang Tradisional Minangkabau oleh Diaspora di Tengah Keterbatasan Bahan Baku. (2026). Gastronomy and Culinary Art, 5(2), 16-23. https://doi.org/10.36276/v3maq271

Similar Articles

1-10 of 19

You may also start an advanced similarity search for this article.