Feasibility Study of Ecotourism Development in Kali Talang, Mount Merapi National Park, Klaten, Central Java
DOI:
https://doi.org/10.36276/mws.v23i2.940Keywords:
Mount Merapi National Park., Kalitalang, Feasibility, EcotourismAbstract
This study, titled “Feasibility Study of Ecotourism Development in Kalitalang, Mount Merapi National Park, Klaten, Central Java,” evaluates the potential and feasibility of developing ecotourism in the Kalitalang area. Known for its biodiversity, diverse flora and fauna, and scenic landscapes with clear views of Mount Merapi, Kalitalang offers strong ecotourism appeal. The research was conducted in July twenty twenty-five in Sambangrejo, Balerante, Kemalang, Klaten, Central Java, employing a quantitative approach with data collected through observations, interviews, and questionnaires involving visitors and managers. Findings reveal that Kalitalang Ecotourism is highly feasible for development, supported by its natural beauty, panoramic views, and adventure-based experiences. These attractions particularly resonate with younger visitors, who form a significant portion of the tourist demographic. Despite these strengths, challenges remain in the provision of adequate accommodation and basic infrastructure, including restrooms, waste management, and directional signage. The study emphasises the need for integrated waste management initiatives and educational programs on recycling. In conclusion, Kalitalang holds substantial potential for ecotourism aligned with principles of sustainability and conservation. Enhancing infrastructure and services is essential to ensure visitor satisfaction, long-term environmental preservation, and socio-economic benefits for the local community.
References
Arafah, N., & Flamin, A. (2012). Analisis kelayakan pengembangan ekowisata di kawasan hutan lindung Kecamatan Anggaberi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Fakultas Kehutanan Universitas Halu Oleo Kendari. Jurnal Layanan Kehutanan Masyarakat, 1(1).
Ardiyansyah, I., & Iskandar, H. (2022). Analisis potensi ekowisata alam Gunung Pancar dengan menggunakan metode analisis ADO-ODTWA. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(8).
Baiquni, M. (2004). Manajemen strategis [Buku ajar].
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten. (2022). Profil dan informasi perencanaan daerah Kabupaten Klaten. https://bapperida.klaten.go.id/
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi (S. F. Suyantoro, Ed.). Yogyakarta: Pusat Studi Pariwisata UGM & Penerbit Andi.
Departemen Kehutanan Republik Indonesia. (2007). Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan. Jakarta: Departemen Kehutanan RI.
D
irektorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, & WWF-Indonesia. (2009). Ekowisata: Lima prinsip.
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2017). Panduan pengelolaan objek dan daya tarik wisata alam di kawasan konservasi. Jakarta: KLHK.
Rangkuti, F. (2004). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ginting, I. A., Panata, P., & Rahmawati. (2015). Penilaian dan pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Hunger, J. D., & Wheelen, T. L. (1996). Strategic management (5th ed.). Addison-Wesley Publishing Company. (Agung J., Penerjemah).
Karsudi, R., Soekmadi, R., & Kartodiharjo, H. (2010). Strategi pengembangan ekowisata di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Jurnal Manajemen Hutan Tropika (JMHT), 16(3), 148–154.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2018). Pedoman pengelolaan pariwisata alam berkelanjutan di kawasan konservasi. Jakarta: KLHK.
Maharani, I. (2016). Analisis kelayakan potensi ekowisata pada kawasan wisata alam Bungi Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau [Skripsi]. Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Rencana pengelolaan kawasan konservasi: Arah dan kebijakan 2020–2024. Jakarta: KLHK.
Muhammad, A., & Widarjono, A. (2023). Implikasi pengembangan ekowisata Kalitalang terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Welfare: Jurnal Ilmu Ekonomi.
Nugroho, M. N. D., Siswahyono, Anggoro, A., Supadi, & Sumartono, E. (2021). Identifikasi potensi objek daya tarik wisata alam. Modul, 2877(1), 51–62. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/modul
Palla, P. S. N., Hikmah, & Kuswara, K. M. (2025). Pengaruh kondisi sarana dan prasarana terhadap kenyamanan wisatawan di Pantai Oesina Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Jurnal Batakarang, 6(1a), 985–1002. https://jurnalbatakarang.ptbundana.org/index.php/batakarang/article/view/508/161
Pasang, G. R., Purnama, M. M. E., & Sinaga, P. S. (2022). Potensi dan strategi pengembangan ekowisata di Resort Konservasi Loni, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ecotourism Development Potential and Strategy, 6(1).
Prasetyo, S., & Wibowo, T. (2021). Studi pengelolaan objek wisata alam dan dampaknya terhadap konservasi: Kasus di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(3), 110–118. https://doi.org/10.1016/j.jpi.2021.02.008
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Alam. (2022). Strategi pengelolaan objek wisata alam dalam konservasi di Indonesia. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Rezeki, M. A. N., Susanty, S., & Ali, M. (2025). Pengelolaan konservasi penyu sebagai edu-ekowisata di Pantai Kuranji Dalang Lombok Barat. JRT Journal of Responsible Tourism, 4(3), 985–1002.
Sari, M. S., & Rahmawati, R. (2020). Peran kawasan konservasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 10(2), 34–45.
Selitara, U. Y., Wadu, J., & Asnawi, M. I. S. (2024). Identifikasi potensi dan kelayakan objek daya tarik wisata alam (ODTWA) Blok Hutan Kambata Wundut Taman Nasional Manupeu Tanadaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa). Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis, 1(1). https://journal.asritani.or.id/index.php/Botani
Sugiyono. (2023). Metodologi penelitian kuantitatif. CV Sulawesi Tenggara.
Universitas Gadjah Mada. (2020). Penjelasan ekowisata. Pusat Penelitian Universitas Gadjah Mada.
Weaver, D. (2001). Ecotourism for scholars. https://scholar.google.co.id/scholar?q=Menurut+Weaver+(2001)
Yuliana, M., & Sari, D. (2019). Analisis pengelolaan objek dan daya tarik wisata alam di kawasan konservasi: Studi kasus di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal Ilmu Kehutanan, 15(1), 56–72. https://doi.org/10.20884/jik.15.1.2019.171
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2025 Triwahyuningsih , Nina Noviastuti, Hidayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
