Reaktualisasi Busana Jawa Gaya Yogyakarta Bagi Pemuda Sendangsari Dalam Mendukung Pariwisata Budaya DIY

Authors

  • R. Jatinurcahyo Universitas Bina Sarana Informatika
  • Atun Yulianto Universitas BSI
  • Erlangga Brahmanto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Yulianto Universitas Bina Sarana Informatika
  • Putri Yuli Astuti Universitas Bina Sarana Informatika
  • Lidya Natalie Harmanditya Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.36276/jap.v7i1.958

Keywords:

Busana Jawa, Reaktualisasi Budaya, Generasi Muda, Desa Budaya, Pariwisata Lokal

Abstract

Reactualization Yogyakarta Style Javanese Attire for Sendangsari Youth to Support Cultural Tourism in the Special Region of Yogyakarta. Modernisation and globalisation have influenced how younger generations perceive local culture, including traditional clothing practices. In Sendangsari Village, Bantul, this phenomenon is evident in the limited understanding and skills among youth in wearing Javanese traditional attire in accordance with the Yogyakarta Palace standards. Despite its designation as a cultural village with strong potential to support local wisdom-based tourism, a gap in cultural continuity remains. This community engagement program aimed to Reactualization cultural values through training on traditional Javanese dress etiquette for youth members of Karang Taruna. The methods included theoretical sessions, simulations, hands-on practice, and an inter-hamlet mini festival. A total of 36 participants from 18 hamlets actively took part in the training held at the Sendangsari Village Hall. Evaluation results indicated a high level of participant satisfaction (average score: 4.46), with significant increases in cultural insight (4.78), perceived benefits (4.73), and technical skills (4.62). Participants also expressed a strong interest in joining similar future activities (4.35). The program outputs included training modules, visual documentation, and a published article. This activity demonstrates that cultural preservation can be conducted in an engaging and relevant manner, positioning youth as key agents in sustaining tradition while strengthening Sendangsari’s role as a potential cultural tourism village

Author Biographies

R. Jatinurcahyo, Universitas Bina Sarana Informatika

R. Jatinurcahyo, S.T., M.M, merupakan dosen pada Program Studi Perhotelan, Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Yogyakarta. Sebagai dosen dan praktisi budaya pada budaya Mataram, khususnya busana tradisional jawa dan batik dengan pewarna alam. Ia juga berperan aktif dalam pengajaran mata kuliah yang berkaitan dengan kewirausahaan. Email: email:r.jno@bsi.ac.id

Atun Yulianto, Universitas BSI

Atun Yulianto, SE, MM adalah dosen pada Program Studi Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika. Keahliannya berada pada bidang manajemen dan akuntansi. Ia aktif dalam kegiatan penelitian terkait kepariwisataan dan perhotelan, serta mengampu mata kuliah pemasaran dan akuntansi perhotelan. Email: email:atun.aty@bsi.ac.id

Erlangga Brahmanto, Universitas Bina Sarana Informatika

Erlangga Brahmanto, SE., MM, merupakan dosen pada Program Studi Pariwisata UBSI. Fokus keahliannya berada pada bidang perhotelan, yang mencakup bartending, housekeeping, food and beverage service, serta aspek-aspek operasional lainnya dalam industri perhotelan. Email: email: erlangga.egb@bsi.ac.id

Yulianto, Universitas Bina Sarana Informatika

Yulianto, SE, MM adalah dosen pada Program Studi Perhotelan UBSI Kampus Utama. Ia memiliki keahlian dalam manajemen sumber daya manusia serta kewirausahaan, dan aktif berkontribusi dalam kegiatan pendidikan serta penelitian di bidang manajemen perhotelan. Email: email:yulianto.ylt@bsi.ac.id

Putri Yuli Astuti, Universitas Bina Sarana Informatika

Putri Yuli Astuti, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika, Yogyakarta, Indonesia, putriyulias1212@gmail.com

Lidya Natalie Harmanditya, Universitas Bina Sarana Informatika

Lidya Natalie Harmanditya mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika, Yogyakarta, Indonesia, applepiee161@gmail.com

References

Aji, Nindi Jawining; Wirasanti, Niken. (2024). Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Warisan Budaya Candi Sawentar Kabupaten Blitar. Jambura History and Culture Journal (JHCJ) Volume 6 issue 1, Januari 2024 Hal. 40-56. Diambil dari https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jhcj/article/download/22728/8034

Darmada, I Made. (2022). Dampak dan Makna Budaya Lokal dalam PengembangaKreativitas pada Industri Kreatif. Prodiksema: I Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial “Pembelajaran Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Sebagi Sumber Pendidikan Karakter Di Era Disrupsi”. Hal. 100-114. Diambil dari https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/prodiksema/article/download/2151/1545/7867

Gubernur DIY. (2015, Februari 6). Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur No. 87 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa Yogyakarta Bagi Pegawai Pada Hari Tertentu di DI Yogyakarta. Diambil kembali dari https://peraturan.bpk.go.id/: https://peraturan.bpk.go.id/Details/28474

Irwandi. (2025, Maret 4). Peran Generasi Z dalam Pemertahanan Budaya Lokal di Tengah Masuknya Budaya Asing. Diambil kembali dari https://www.setneg.go.id: https://www.setneg.go.id/baca/index/peran_generasi_z_dalam_pemertahanan_budaya_lokal_di_tengah_masuknya_budaya_asing

Kalurahan Sendangsari. (2013, Juli 29). Profil Masyarakat Desa. Diambil kembali dari https://sendangsari.bantulkab.go.id: https://sendangsari.bantulkab.go.id/first/artikel/34

Kompasiana. (2023, Januari 5). Hilangnya Kebudayaan Tradisional terhadap Generasi Muda dan Masyarakat Modern. Diambil kembali dari www.kompasiana.com:

https://www.kompasiana.com/khaylaabdullah3174/63b648c6c1cb8a3dae6b5c22/hilangnya-kebudayaan-tradisional-terhadap-generasi-muda-dan-masyarakat-modern

Kompasiana. (2024, Desember 25). Melestarikan Kebudayaan Indonesia Di Era Digital. Diambil kembali dari www.kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/haekalkautsar6428/676be3f934777c7c8b2a79c2/melestarikan-kebudayaan-indonesia-di-era-digital

Purwadi. (2012). Busana Jawa (2 ed.). Yogyakarta: Pura Pustaka.

Raminten. (2024 , November 15). Yogyakarta: Kota Budaya, Sejarah, dan Wisata Terbaik di Indonesia. Diambil kembali dari https://raminten.com/: https://raminten.com/yogyakarta/

Rouf, A. (2019). Reaktualisasi dan Kontekstualisasi Kearifan Lokal dengan Manhaj Global: Upaya menjawab problematika dan tantangan pendidikan di era Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0. SEMINAR NASIONAL PASCASARJANA 2019 (hal. 42-46). Semarang: Universitas Negeri Semarang. Diambil kembali dari https://proceeding.unnes.ac.id/snpasca/article/download/243/202/1030

Soedarsono, R. (2010). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University press.

Sofyan, A. N., & dkk. (2021, Juli). REGENERASI KEARIFAN LOKAL KESENIAN LEBON SEBAGAI BUDAYA LELUHUR PANGANDARAN, JAWA BARAT. Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora, 23(2), 158-166.

Ulumuddin, Ihya dkk. (2018). Pemanfaatan Literasi Digital dalam Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda. Jakarta:

Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Umam, & Ramadhan, N. (2021, Oktober). Pakaian Adat Jawa Tengah: Jenis, Makna, Filosofi, dan Penjelasan. Diambil kembali dari https://www.gramedia.com: https://www.gramedia.com/literasi/pakaian-adat-jawa-tengah/

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Jatinurcahyo, R., Yulianto, A., Brahmanto, E., Yulianto, Yuli Astuti, P. ., & Harmanditya, L. N. (2026). Reaktualisasi Busana Jawa Gaya Yogyakarta Bagi Pemuda Sendangsari Dalam Mendukung Pariwisata Budaya DIY. Jurnal Abdimas Pariwisata, 7(1), 46–55. https://doi.org/10.36276/jap.v7i1.958

Most read articles by the same author(s)