Innovation of Jamu Beras Kencur into a Healthy Processed Food Product

Custard Pudding

Authors

  • Anggun Setya Jayanti Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta
  • Budi Hermawan Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakartra
  • Angela Ariani Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta
  • Syaiful Ade Septemuryanto Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang

Keywords:

Custard Pudding, Jamu Beras Kencur, Inovasi

Abstract

This research is an experimental study entitled “Innovation of Jamu Beras Kencur into a Healthy Processed Food Product: Custard Pudding.” It is motivated by the declining interest of the younger generation in consuming jamu, which is one of Indonesia’s traditional beverages rich in health benefits. This situation led to the idea of innovating jamu into a European-style dessert, namely custard pudding. Custard pudding was chosen because it is highly favoured by the public. However, due to its milk content which can cause allergies, some people are unable to consume it. This study aims to explore the process of transforming jamu beras kencur into a custard pudding product. In addition, this research seeks to increase the interest of the younger generation in enjoying jamu in order to preserve Indonesian cultural heritage. This experiment employed purposive sampling as the data collection technique. The research instruments consisted of questionnaires and interviews distributed to 30 respondents. The data analysis techniques used were organoleptic tests and hedonic tests, followed by calculating the mean scores to determine the evaluation results based on predetermined aspects. The findings of the study, after conducting experiments and collecting data, revealed that the average organoleptic test scores for beras kencur custard pudding were 3.5 for taste, 3.3 for aroma, 3.3 for color, and 3.7 for texture. Meanwhile, the hedonic test resulted in an average score of 3.4. It can be concluded that the innovation of jamu beras kencur into a healthy food product in the form of custard pudding is acceptable to the public.

Author Biographies

Anggun Setya Jayanti, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Anggun Setya Jayanti – Akademisi di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta yang fokus pada pengembangan desa wisata dan komunikasi pariwisata. 

Budi Hermawan, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakartra

Budi Hermawan – Dosen pariwisata di AMPTA Yogyakarta. Menulis tentang kontribusi transaksi pariwisata terhadap PDB dan manajemen pariwisata; aktif menerbitkan hasil penelitiannya di Media Wisata dan jurnal pariwisata lainnya. Email: budhiyk2000@gmail.com

Angela Ariani, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Angela Ariani – Dosen pariwisata di AMPTA Yogyakarta, memiliki rekam jejak akademik cemerlang dalam bidang hospitality dan travel, tercatat memiliki skor SINTA tinggi dan aktif dalam penelitian pengembangan desa wisata. Email: angela_301060@yahoo.co.uk 

Syaiful Ade Septemuryanto, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang

Syaiful Ade Septemuryanto – Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Dian Nuswantoro Semarang, meneliti manajemen perhotelan dan pengembangan kuliner lokal sebagai bagian dari keberlanjutan pariwisata berbasis budaya. Email: syaiful.ade@dsn.dinus.ac.id

References

Astuti, D. W., Hidayat, N., & Sari, P. M. (2020). Aktivitas antioksidan ekstrak kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai kandidat bahan tambahan pangan fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 31(2), 115–123. https://doi.org/10.6066/jtip.2020.31.2.115

Fitriani, A. (2020). Persepsi generasi muda terhadap jamu tradisional di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53. https://doi.org/10.15294/kemas.v12i1.23611

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2023). Jamu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Kementerian Luar Negeri RI. https://kemlu.go.id

Pratiwi, D. A. (2021). Inovasi produk minuman instan berbasis jamu untuk meningkatkan daya tarik generasi muda. Jurnal Riset Gizi dan Pangan, 5(2), 89–98. https://doi.org/10.33005/jrgp.v5i2.158

Pratiwi, D. A., & Nurdiana, A. (2021). Khasiat jamu beras kencur dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Jurnal Herbal Indonesia, 4(1), 22–29.

Rahmawati, S. (2019). Puding karamel: Sejarah dan teknik pembuatan. Jurnal Gastronomi dan Kuliner, 3(1), 14–21.

Satyaningrum, D. (2021). Substitusi bahan dasar dalam inovasi produk pangan: Studi kasus dessert berbasis lokal. Jurnal Teknologi

Pangan dan Gizi, 20(3), 134–142. https://doi.org/10.22146/jtpg.2021.134

Suryana, Y., & Wiranata, I. G. (2018). Tren gaya hidup sehat dan pengembangan produk pangan fungsional di Indonesia. Jurnal Manajemen Pangan, 6(2), 77–85.

Utami, R., & Kurniasih, H. (2022). Inovasi pangan fungsional berbasis bahan tradisional. Jurnal Ilmu Pangan dan Gizi, 11(1), 65–74. https://doi.org/10.24198/jipg.v11i1.322

Wahyuni, N. (2020). Strategi inovasi jamu untuk meningkatkan minat konsumsi generasi milenial. Jurnal Kebudayaan dan Kesehatan, 8(2), 101–112.

Winarno, F. G. (2014). Kimia pangan dan gizi. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2025-08-22

How to Cite

Setya Jayanti, A., Hermawan, B., Ariani, A., & Ade Septemuryanto, S. (2025). Innovation of Jamu Beras Kencur into a Healthy Processed Food Product: Custard Pudding . Gastronomy and Culinary Art, 4(1), 88–98. Retrieved from https://jurnal.ampta.ac.id/index.php/Gastronary/article/view/924

Most read articles by the same author(s)