Strategi Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Obyek Wisata Bukit Cinta Banyubiru Kabupaten Semarang

Authors

  • Samtono Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang
  • Rudi Prasetyo Ardi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang

DOI:

https://doi.org/10.36276/mws.v19i1.71

Keywords:

Strategy, Satisfaction, Visitors, Semarang, Bukit Cinta

Abstract

The tourist attraction of Bukit Cinta is managed by the local government of the Semarang Regency. The purpose of this study is to describe the efforts made by the manager in increasing the satisfaction of visitors to Bukit Cinta tourism objects and to explain the strategies carried out by the managers in order to increase the number of visitors to Bukit Cinta tourism objects. The method used is a qualitative descriptive approach by conducting in-depth interviews with managers, employees, customers, communities, and food stall owners. The EFAS and IFAS techniques were also used and then calculated by calculating the AFE and IFE. The results showed that based on the SWOT courtesies diagram it was in quadrant 1, meaning that it

Author Biographies

Samtono, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang

Dosen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang

Rudi Prasetyo Ardi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang

Dosen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI), Semarang

References

Firdaus, H. (2015). Pariwisata Ditargetkan Sumbang Devisa Terbesar. Kompas, Jakarta.http://print.kompas.com/baca/2015/06/16/Pariwisata-Ditargetkan-Sumbang-Devisa-Terbesar

Gunawan, M., & O. Ortis. (2012). Rencana Strategis: Pariwisata Berkelanjutan dan Green Jobs Untuk Indonesia. Jakarta: Kemenparekraf & International Labour Organization.

Perkasa, M. 2015. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. http://mediatamaperkasa.weebly.com/pariwisata-berbasis-masyarakat.html.

Robert, G. (2008). Strategi Ampuh Berbisnis. PT Bentang Pustaka, Yogyakarta.

Rozalena, A. & S.K. Dewi. (2016). Panduan Praktis Menyusun Pengembangan Karir dan Pelatihan Karyawan. Raih Asa Sukses, Jakarta.

Sahawi, M.E. (2015). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Soekarya, T. (2011). Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Desa Wisata. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta.

Sue, B. (2006). Community Development Through Tourism. Landlinks, Australia

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Manajemen: Pendekatan Kuantitatif, Kualitiatif, Kombinasi (mix methods). Penelitian Tindakan (Action Research), Penelitian Evaluasi. Alfabeta, Bandung.

Syafi’i, M. & D.Suwandono. (2015). Perencanaan Desa Wisata Dengan Pendekatan Konsep Community Based Tourism (CBT) Di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Tan, R.B.P. (2009). Kunci Sukses Memasarkan Jasa Pariwisata. Robbinson, Jakarta.

Undang-Undang RI No: 10 Tahun 2009. Tentang Kepariwisataan. Kemenpar, Jakarta.

Utama, I.G.B.R. (2016). Pengantar Industri Pariwisata; Tantangan dan Peluang Bisnis Kreatif. Deepublish, Yogyakarta.

Vellas, F. & L.Becherel. (2008). Pemasaran Pariwisata Internasional – Sebuah Pendekatan Strategis. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Venuemagz. (2015). Referensi MICE Indonesia.http://www.venuemagz.com/artikel/news/2015/10/tahun-2016-pariwisata-menyumbang-devisa-rp172-triliun/.

Wihasta, C.R. & P.H.B.S.Eko. (2012). Perkembangan Desa Wisata Kembang Arum dan Dampaknya Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Donokerto Kecamatan Turi. Jurnal Bumi Indonesia, Yogyakarta.

Yahya, A. (2019). Pariwisata Akan Menjadi Penyumbang Devisa Ke-dua Setelah Minyak dan Gas Bumi.

Yoeti, O.A. (2014). Pemasaran Pariwisata. Angkasa, Bandung

Downloads

Published

2021-05-27

How to Cite

Samtono, & Ardi, R. P. (2021). Strategi Meningkatkan Kepuasan Pengunjung Obyek Wisata Bukit Cinta Banyubiru Kabupaten Semarang. Media Wisata, 19(1), 109–118. https://doi.org/10.36276/mws.v19i1.71