Marketing Strategies of Busung Tourism Village for Achieving Sustainable Tourism in Bintan Regency
DOI:
https://doi.org/10.36276/mws.v24i1.1048Keywords:
destination branding, digital promotion, community empowerment, stakeholder collaboration, tourism competitivenessAbstract
Sustainable tourism has become a strategic issue in preserving environmental sustainability and local cultural heritage in Bintan’s tourism villages. This study aims to formulate effective marketing strategies for Busung Tourism Village in Bintan Regency using in-depth interviews and the Boston Consulting Group (BCG) Matrix analysis. Data were collected through interviews with representatives of the Bintan Office of Culture and Tourism, the Head of Busung Village, and the Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bintan community. The findings indicate that Busung Tourism Village has major strengths, including cultural diversity and natural attractions that enhance its appeal. However, limited promotional activities and inadequate hospitality services remain significant weaknesses. The study also identifies opportunities from the increasing global interest in sustainable travel, while competition from other destinations poses a major challenge. Based on the analysis, the recommended strategies include strengthening destination branding, optimizing digital promotion, and expanding collaboration with external stakeholders. The study concludes that integrated marketing strategies can improve the competitiveness of Busung Tourism Village while supporting sustainable tourism development and community empowerment.
References
Alma, B. (2014). Manajemen pemasaran dan pemasaran jasa. Alfabeta.
Arifin, Z. (2012). Penelitian pendidikan: Metode dan paradigma baru. PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2014). Model penelitian kuantitatif: Dilengkapi perhitungan manual dan SPSS. Kencana Prenadamedia Group.
Arikunto, S. (2017). Pengembangan instrumen penelitian dan penilaian program. Pustaka Pelajar.
Dewi, M. H., Fandeli, C., & Baiquni, M. (2013). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali. Kawistara, 3(2), 177–226.
Fauzi, A. (2004). Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan: Teori dan kebijakan. Gramedia Pustaka Utama.
Hadiwijoyo, S. S. (2012). Perencanaan pariwisata perdesaan berbasis masyarakat: Sebuah pendekatan konsep. Graha Ilmu.
Huang, L., Gao, M., & Hsu, P. (2019). A study on the effect of brand image on perceived value and repurchase intention in ecotourism industry. Journal of Social Sciences Research, 28(107), 283–287.
Indriantoro, N., & Supomo, B. (2016). Metodologi penelitian bisnis untuk akuntansi & manajemen. BPFE Yogyakarta.
Inskeep, E. (1991). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. Van Nostrand Reinhold.
Kotler, P. (2005). Manajemen pemasaran. Indeks.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2003). Dasar-dasar pemasaran. Indeks.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Middleton, V. T. C., & Clarke, J. R. (2001). Marketing in travel and tourism (3rd ed.). Butterworth-Heinemann.
Middleton, V. T. C., Fyall, A., & Morgan, M. (2009). Marketing in travel and tourism (4th ed.). Elsevier.
Nasution, A. H., & Trisnayanti, N. (2021). Analisis matriks Boston Consulting Group (BCG) dalam menentukan strategi pemasaran. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 145–152.
Permata, E. G., Rizki, M., Papilo, P., Silvia, S., & Zain, A. M. (2020). Analisa strategi pemasaran dengan metode BCG (Boston Consulting Group) dan SWOT. Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, 17(2), 92–102. https://doi.org/10.24014/sitekin.v17i2.12329
Putra, A. M. (2006). Konsep desa wisata. Jurnal Manajemen Pariwisata, 5(1). Universitas Udayana.
Salim, E. (1990). Konsep pembangunan berkelanjutan. Gramedia.
Sastrayuda, G. (2010). Concept resort and leisure: Strategi pengembangan dan pengelolaan desa wisata. [Penerbit tidak disebutkan/Self-Published].
Siagian, S. P. (2004). Manajemen strategik. PT Bumi Aksara.
Sugiama, A. G. (2011). Ecotourism: Pengembangan pariwisata berbasis konservasi alam. Guardaya Intimarta.
Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Gava Media.
Supriyanto. (2016). Strategi pemasaran jasa. Medpress.
Sutamihardja. (2004). Perubahan lingkungan global. Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Sutopo, H. B. (2006). Metodologi penelitian kualitatif: Dasar teori dan terapannya dalam penelitian. Universitas Sebelas Maret.
Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Pustaka Larasan.
Tersiana, A. (2018). Metode penelitian. Penerbit Yogyakarta.
Tjiptono, F., & Chandra, G. (2012). Pemasaran strategik (2nd ed.). ANDI.
Utama, I. G. B. R. (2012). Metodologi penelitian pariwisata dan perhotelan. Andi Offset.
Widoyoko, E. P. (2014). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.
Widyaningsih, H. (2020). Pengembangan pengelolaan homestay dalam mendukung Desa Wisata Diro Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 11(1), 9–15.
Zakaria, F. (2014). Strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Jurnal Destinasi Pariwisata, 2(1), 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Debby Sri Chintya Panjaitan, Rahmat Darmawan, Ngatemin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
