A Strategic Approach to Sustainable and Eco-Friendly Tourism: A Case Study of Bajuin Valley

Authors

  • Jaka Darma Jaya Politeknik Negeri Tanah laut
  • Rizqie Mayasari
  • Asma Afifah
  • Faiz Abdurrahman
  • Zahida Hanifa

DOI:

https://doi.org/10.36276/mws.v24i1.1021

Keywords:

Bajuin Valley, sustainable tourism, ecotourism, Environment

Abstract

Bajuin Valley, located in Tanah Laut Regency, Indonesia, is a promising ecotourism destination due to its unique biodiversity, picturesque landscapes, and preserved natural ecosystem. However, the growing influx of tourists poses significant challenges, including environmental degradation, inadequate infrastructure, and limited community participation in sustainable tourism management. This study aims to develop strategies to promote sustainable tourism in Bajuin Valley by assessing its potentials and challenges. Employing a case study and qualitative investigation approach, the research identifies key factors influencing the sustainable development of the area. Results highlight the need for improved infrastructure, effective waste management systems, and enhanced community involvement in tourism planning and operations. Additionally, strategies are proposed to address environmental conservation, economic empowerment of local communities, and cultural preservation. These findings provide actionable recommendations for stakeholders, including local governments, tourism managers, and communities, to ensure Bajuin Valley becomes a model of sustainable tourism that balances economic growth with environmental and cultural integrity

References

Al-Afkar, R., & Nurhayati. (2019). Pengaruh Keragaman Sosial Budaya Dan Daerah Objek Wisata Terhadap Pembentukan Akhlak Peserta Didik. Journal For Islamic Studies, 2(2), 51–67. http://al-

afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/59

Arifin, P. (2020). Penerapan komunikasi pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan desa wisata berbasis kearifan lokal di Yogyakarta. Jurnal Nomosleca, 6(1). https://jurnal.unmer.ac.id/index.php/n/article/view/3958

BNPB. (2023). Penyusunan Dokumen Penilaian Dan Peta Risiko Bencana Di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Tahun 2023. In siapsiaga.or.id.

Bories, A., Djamhur, Y. A., & Topowijono, H. (2016). Dampak Pengembangan Pariwisata Teradap Kehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata (Studi Pada Masyarakat Sekitar Wisata Wendit, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 30(1).

Herawati, S., Subarna, D., Mulyati, E., & Cahyono, A. (2023). Pengurangan Risiko Bencana. Literasi Nusantara Abadi.

Marinda, D., & Ardillah, Y. (2019a). Implementasi Penerapan Sanitasi Tempat-tempat Umum Pada Rekreasi Benteng Kuto Besak Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 89–97. https://doi.org/10.14710/jkli.18.2.89-97

Marinda, D., & Ardillah, Y. (2019b). Pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), service excellent, serta pengelolaan sanitasi lingkungan tempat wisata Desa Caturharjo, Pandak, Kabupaten. Academia.Edu, 18(2), 89–97. https://doi.org/10.12928/jp.v4i1.1674

Meldayanoor, Hatta, G. M., Hidayat, A. S., & Nugroho, A. (2023). Ecotourism Development In Tanah Laut Regency, Indonesia. Journal of Sustainability Science and Management, 18(2), 67–80. https://doi.org/10.46754/JSSM.2023.02.006

Munawir, A., Rusdiyanto, E., & Umamah, S. M. N. (2022). Kebijakan Pemanfaatan Hutan Mangrove Berkelanjutan dengan Teknik Interpretative Structural Modeling di Taman Nasional Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara. Buletin Ilmiah

Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 8(2), 127–140.

Najeha, A. S., & Vitrianto, N. P. (2024). Degradasi Lingkungan Kawasan Wisata Pantai Samas dalam Kajian Ekologi Sosial. Journal of Tourism and Economic, 7(1), 23–38. https://doi.org/10.36594/JTEC/8JM7J756

Pramusita, A., & Sarinastiti, E. N. (2017). Aspek sosial ekonomi masyarakat lokal dalam pengelolaan Desa Wisata Pantai Trisik, Kulonprogo. Jurnal Pariwisata Terapan, 1(2). https://doi.org/10.22146/jpt.35378

Putra, A., & Ariana, I. N. J. (2021). Manfaat pengembangan desa wisata dari aspek alam, sosial budaya, spiritual, dan ekonomi di kabupaten tabanan. Jurnal Kepariwisataan Dan Hospitalitas, 5(2).

Putra, A. M., & Ariana, I. N. J. (2021). Manfaat pengembangan desa wisata dari aspek alam, sosial budaya, spiritual, dan ekonomi di kabupaten tabanan. Jurnal Kepariwisataan Dan Hospitalitas, 5(2).

Putri, D., & Syamsiyah, N. (2022). Identifikasi Ketersediaan Fasilitas Sarana dan Prasarana di Kawasan Wisata Kuliner Pati. Proceeding Seminar Ilmiah Arsitektur III, 216–225. https://proceedings.ums.ac.id/index.php/siar/article/view/994

Rahmawati, D. (2018). Hygiene dan sanitasi lingkungan di obyek wisata kampung tulip. Jurnal Abdimas, 1(1).

Sari, D. A., Haeruddin, H., & Rudiyanti, S. (2017). Analisis Beban Pencemaran Deterjen Dan Indeks Kualitas Air Di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Dan Hubungannya Dengan Kelimpahan Fitoplankton. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 5(4), 353–362. https://doi.org/10.14710/MARJ.V5I4.14635

Srihasnita, R., Oktovia, N., & Agustin, F. (2024). Wisata Syariah dan Strategi Pengembangannya di Era Digital Pada Beberapa Tempat Wisata di Sumatera Barat. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas, 26(2).

Sulistyadi, Y., Eddyono, F., & Hasibuan, B. (2017). Pariwisata berkelanjutan: Pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Suryade, L., Fauzi, A., Achsani, N. A., & Anggraini, E. (2022). Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 6(1), 16–30. https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.327

Wardani, A. S. (2024). Analisis Hubungan Curah Hujan Terhadap Jumlah Kejadian Bencana Banjir Pada Tahun 2018-2022 (studi kasus: kabupaten empat lawang, musi banyuasin, ogan komering ulu, ogan komering ilir, pali, dan banyuasin). In repository.unsri.ac.id.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Jaya, J. D., Mayasari, R. ., Afifah, A., Abdurrahman, F., & Hanifa, Z. (2026). A Strategic Approach to Sustainable and Eco-Friendly Tourism: A Case Study of Bajuin Valley. Media Wisata, 24(1), 305–316. https://doi.org/10.36276/mws.v24i1.1021