Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency

Authors

  • Ani Wijayanti Universitas Bina Sarana Informatika
  • Atun Yulianto Universitas Bina Sarana Informatika

DOI:

https://doi.org/10.36276/mws.v24i1.1034

Keywords:

tourism village, tourism development, local potential, Sumbanese culture, integration strategy

Abstract

Village tourism has become one of the strategic approaches to promoting local economic development based on natural and cultural resources. Lambanapu Village in East Sumba Regency represents an area with distinctive tourism potential that has not yet been optimally developed. This study aims to formulate a development strategy for a tourism village based on natural and local cultural potential through a focused and sustainable approach. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed using SWOT analysis, IFAS, EFAS, and the IE Matrix techniques. The findings indicate that Lambanapu Village possesses significant strengths, including natural attractions such as Tanau Hill and Seribu Hill, rich cultural assets such as traditional dances and woven handicrafts, and the initial participation of the local community in tourism activities. However, several challenges remain, including limited infrastructure, inadequate public facilities, and insufficient human resource training, which hinder further development. Based on the strategic position in Quadrant I (Grow and Build), the development direction of the village is oriented toward a vertical integration strategy through strengthening infrastructure, enhancing community capacity, developing thematic tourism products, and fostering institutional collaboration. With an integrated and participatory strategy, Lambanapu Village has considerable potential to become a leading tourism destination in East Sumba while generating economic benefits and preserving cultural and environmental sustainability..

Author Biographies

Ani Wijayanti, Universitas Bina Sarana Informatika

Ani Wijayanti, adalah dosen Program Studi Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika, Indonesia. Fokus bidang kajian penelitiannya meliputi manajemen pariwisata, pengembangan destinasi dan pariwisata berbasis masyarakat. Aktif dalam penelitian terkait dengan pariwisata berkelanjutan. Email: ani.awi@bsi.ac.id. ORCID: https://orcid.org/0000-0001-6385-9945

Atun Yulianto, Universitas Bina Sarana Informatika

Atun Yulianto, adalah dosen Program Studi Perhotelan di Universitas Bina Sarana Informatika, Indonesia. Bidang kajian penelitiannya berfokus pada manajemen hotel, pelayanan pariwisata, dan operasional perhotelan. Ia juga aktif dalam penelitian terkait pengembangan industri pariwisata dan peningkatan kualitas layanan. Email: atun.aty@bsi.ac.id. ORCID: https://orcid.org/0009-0003-9980-8690

References

Ahmad, A., Hakim, L., Mustari, N., & Fatmawati. (2024). Strategi pengembangan sumber daya manusia sektor pariwisata melalui partisipasi masyarakat. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(1), 252–261. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/ganaya/article/download/3113/1429

BNPB. (2018, Juni). Jurnal dialog penanggulangan bencana. https://bnpb.go.id/storage/app/media/uploads/24/jurnal-vol-9-no-1-2018.pdf

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2).

Chaerunissa, S., & Yuniningsih, T. (2020). Analisis komponen pengembangan pariwisata Desa Wisata Wonolopo Kota Semarang. Journal of Management & Public Policy, 9(4), 159–175. https://doi.org/10.14710/jppmr.v9i4.28998

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (2024, September 2). Konsep pembangunan desa wisata di Indonesia. https://tarubali.baliprov.go.id/konsep-pembangunan-desa-wisata-di-indonesia/

Febriyanti, A., Nuada, I., & Mahsar, L. (2025). Konsep daya tarik wisata berbasis fasilitas dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Wisata Benang Kelambu di Desa Aik Berik. Journal of Responsible Tourism, 4(3), 913–920. https://doi.org/10.47492/jrt.v4i3.3789

Hanan, H., Zahri, A., Maulida, A., Aini, Q., Widya, S., & Adriyani, Z. (2024). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya dalam menumbuhkan eksistensi desa wisata di Kabupaten Kendal. Jurnal Aksi Sosial, 1(4). https://doi.org/10.62383/aksisosial.v1i4.624

Hasibuan, M. (2025). Pengaruh daya tarik wisata, promosi digital, dan fasilitas terhadap minat berkunjung wisatawan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(10). https://doi.org/10.5281/zenodo.15478288

Kaja, Y., Yosada, K., & Bona, L. (2022). Analisis dampak usaha tenun ikat terhadap ekonomi masyarakat Desa Ensaid Panjang. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 6(2), 716–721. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v6i2.661

Kaswari, N., Damayanti, S. P., & Gede, I. P. (2024). Strategi pengembangan potensi Desa Wisata Suradadi Kabupaten Lombok Timur. Journal of Responsible Tourism, 4(1), 71–80. https://doi.org/10.47492/jrt.v4i1.3463

Kemenparekraf. (2020). Rencana strategis Kemenparekraf/Baparekraf 2020–2024. https://katalogdata.kemenparekraf.go.id

Kemenparekraf. (2022). Pengembangan destinasi pariwisata & desa wisata untuk membangkitkan perekonomian bangsa. https://perbanas.id

Kompas. (2024). Desa budaya (bukan semata) desa wisata. https://www.kompas.id

Kurniawan, R. (2024). Strategi pemasaran pariwisata untuk meningkatkan pariwisata lokal. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 9867.

Marizka, R., Nurrizalia, M., Wati, E., Fadsyah, N., Sari, L., & Lusiyani, L. (2024). Peran perempuan dalam pengembangan desa wisata guna mengatasi kesenjangan gender. Jurnal Pendidikan Nonformal, 1(3), 1–9. https://doi.org/10.47134/jpn.v1i3.358

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mukti, A. (2025). Dinamika pengembangan desa wisata di Indonesia. Jurnal Pembangunan Nagari, 10(1), 20–37.

Neagara, M., Muhammad, F., & Maryono, M. (2023). Keanekaragaman flora dan fauna hutan lindung Kasinan Kota Batu. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(4), 987–991.

Nurchasanah, R. (2023). Mengintip pesona alam dan kearifan lokal Desa Poncokusumo. Maliki Interdisciplinary Journal, 1(3), 215–225.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.

Putra, A., & Ariana, I. (2021). Manfaat pengembangan desa wisata. Dalam Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek).

Risandewi, T. (2017). Analisis infrastruktur pariwisata dalam mendukung desa wisata Candirejo. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 15(1).

Rizal, D., Rohma, Y., & Bahri, M. (2022). Potensi pengembangan desa wisata berbasis budaya dan SDA. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 3(2).

Safutra, N., Fole, A., Gunawan, A., Hafid, M., Ahmad, A., & Herdianzah, Y. (2024). Perencanaan jalur evakuasi kebakaran dengan algoritma Dijkstra. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 9(2), 44–58.

Sahupala, A. (2023). Identifikasi potensi daya tarik ekowisata. Jurnal Kehutanan dan Pertanian, 7(1), 33–42.

Suharsono, S., Nugroho, A., Harrison, A., & Singgalen, Y. (2023). Peran perempuan dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Jurnal Serina Sosial Humaniora, 1(3).

Sumiarsa, F., Yustikasari, K., & Novianti, E. (2022). Strategi pengembangan kampung wisata berbasis kearifan lokal. TOBA: Journal of Tourism, Hospitality and Destination, 1(1), 25–29.

UNWTO. (2021). Tourism for inclusive growth – World Tourism Day 2021. https://www.unwto.org

Winanta, R., Hakim, S., Arifina, A., & Nurul, A. (2022). Strategi pengembangan desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat. Journal of Public Administration and Local Governance, 6(1), 17–24.

Zulaika, A., Rifai, B., & Aripudin, A. (2023). Pengembangan potensi wisata alam Desa Ngliman. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 8(1).

Downloads

Published

2026-05-19

How to Cite

Wijayanti, A., & Yulianto, A. (2026). Development Strategy for a Tourism Village Based on Natural and Cultural Potential in Lambanapu Village, East Sumba Regency. Media Wisata, 24(1), 71–86. https://doi.org/10.36276/mws.v24i1.1034